Di suatu senja ku merenung
Kita sebagai seorang manusia
di lahirkan ke dunia dalam keadaan lemah tanpa membawa apa-apa, bahkan selembar kain pun
Kita sangat tergantung pada orang lain, pada orang tua kita, paman, bibi kita, kakak kita, atau pembantu dan tetangga kita.
Tapi,….
Setelah kita dewasa, kok
Merasa paling ganteng, padahal kalo dibanding Nabi Yusuf saya yakin masih kalah jauh.
Merasa paling Paling kaya dan berkuasa, padahal kalo dibanding Nabi Sulaiman kita tidak ada apa-apanya.
Merasa paling alim, padahal dibanding Nabi Muhammad SAW ato para sahabatnya pun kita tidak ada seujung kuku nya yang paling besar pun.
Lantas…
Apa berhak kita berjalan dengan penuh kecongkakan di muka bumi ini, seolah-olah kita menganggap merasa paling hebat, paling benar, atau paling 2 yang lain.
Di atas Langit masih ada langit, Maka dari itu
Jangan menganggap remeh orang lain ato makhluk lain, bahkan kepada seekor semut pun ato se batang rumput yang setiap saat kita mudah menginjaknnya.
Apa lagi Kepada seorang Manusia
Walupun Kita kaya, ganteng, pinter, berkuasa, Jangan sekali-kali menganggap remeh kawan kita, atau orang di sekitar kita; Pengemis, Gelandangan, Petani, Orang cacat, dan yang lain.
Sudah selayaknya kita hidup di dunia ini.
Bila kita pingin dianggap manusia, kita harus "Memanusiakan manusia". Kita harus Saling mengisi, yang pintar Mengajari yang bodoh, yang kaya membantu yang miskin, yang berkuasa melindungi yang lemah.
Jangan merasa "Paling wah sendiri", Semua kelebihan yang kita miliki hanyalah titipan. Yang namanya titipan itu tidak akan langgeng, pada suatu saat akan diminta kepada yang Punya, dan sekaligus dimintai pertanggung jawaban.
Kita sebagai seorang manusia
di lahirkan ke dunia dalam keadaan lemah tanpa membawa apa-apa, bahkan selembar kain pun
Kita sangat tergantung pada orang lain, pada orang tua kita, paman, bibi kita, kakak kita, atau pembantu dan tetangga kita.
Tapi,….
Setelah kita dewasa, kok
Merasa paling ganteng, padahal kalo dibanding Nabi Yusuf saya yakin masih kalah jauh.
Merasa paling Paling kaya dan berkuasa, padahal kalo dibanding Nabi Sulaiman kita tidak ada apa-apanya.
Merasa paling alim, padahal dibanding Nabi Muhammad SAW ato para sahabatnya pun kita tidak ada seujung kuku nya yang paling besar pun.
Lantas…
Apa berhak kita berjalan dengan penuh kecongkakan di muka bumi ini, seolah-olah kita menganggap merasa paling hebat, paling benar, atau paling 2 yang lain.
Di atas Langit masih ada langit, Maka dari itu
Jangan menganggap remeh orang lain ato makhluk lain, bahkan kepada seekor semut pun ato se batang rumput yang setiap saat kita mudah menginjaknnya.
Apa lagi Kepada seorang Manusia
Walupun Kita kaya, ganteng, pinter, berkuasa, Jangan sekali-kali menganggap remeh kawan kita, atau orang di sekitar kita; Pengemis, Gelandangan, Petani, Orang cacat, dan yang lain.
Sudah selayaknya kita hidup di dunia ini.
Bila kita pingin dianggap manusia, kita harus "Memanusiakan manusia". Kita harus Saling mengisi, yang pintar Mengajari yang bodoh, yang kaya membantu yang miskin, yang berkuasa melindungi yang lemah.
Jangan merasa "Paling wah sendiri", Semua kelebihan yang kita miliki hanyalah titipan. Yang namanya titipan itu tidak akan langgeng, pada suatu saat akan diminta kepada yang Punya, dan sekaligus dimintai pertanggung jawaban.
"""I just want to say that your article is just as great. The clarity of your message is simple
BalasHapusexcellent and I can assume that you are an expert on this matter.""
octoplus samsung tool crack
octopus box crack 2018
octoplus box crack lg
octoplus frp tool cracked,
octoplus frp tool crack"